Ketika Waktuku dan Waktumu Tak Pernah Sama

Malam ini jam 12 malam tiba-tiba I really feel the urge to write something. Yup, I need to write this before I lose my will. Jadi ceritanya, kemarin pas browsing tiba-tiba dapat quote yang sangat menarik: “Don’t compare your beginning with some else’s middle

Ini menarik karena pada saat ini saya pribadi sedang gila-gilanya melakukan body and mind class khususnya hatha yoga dan body balance. Kelas ini menarik karena ternyata banyak manfaatnya buat saya pribadi. Nah, sering browsing juga di internet Instagram (biar tulisan ini ada sedikit kesan kekiniannya, ya!) #yogapose untuk lebih memperluas wawasan tentang beberapa asana dan manfaatnya.

By the way, setelah saya pikir-pikir quote ini menarik karena bisa diterapkan hampir di seluruh aspek kehidupan, khususnya topik menikah. Kenapa topik ini sering banget  ya hadir di blog saya? Moga-moga ga bosan ya. Mungkin saya terdengar aneh, namun sungguh saya terganggu jika melihat perempuan MUDA, CANTIK, PINTAR DAN BERHATI BAIK hidupnya habis dengan menangisi ketidakhadiran seorang kekasih. Menurut saya ini aneh, why oh why? Dan ini kejadian sering banget.

11754787_10207472384670932_880864517001068405_oDon’t compare your beginning with some else’s middle. Menikah menurut saya sangat menuntut kedewasaan masing-masing pribadinya. Dan bukan hal baru ya kedewasaan itu TIDAK SEJALAN dengan usia. Kedewasaan itu proses. Semua orang menyadari untuk berproses pasti beda-beda. Saya yakin seyakin-yakinnya setiap orang berbeda dalam taraf kedewasaan. Saya pernah bertemu perempuan usia 23 tahun yang tidak tertarik membina hubungan pacaran hanya sekedar ada saja dan sudah memiliki milestone yang cukup jelas dalam perjalanan hidupnya dan benar-benar bisa menjadi partner diskusi yang hebat, yang melihat segala sesuatu lebih objektif dan terbuka. Saya juga pernah bertemu seorang pria 32 tahun, perjalanan karirnya biasa aja, ditanya 5 tahun ke depan kira-kira mau jadi apa belum tahu dan diajak diskusi selalu tertutup terhadap pandangan orang lain. Yes, berbeda usia 9 tahun tapi jauh banget kan?

Yang saya mau sampaikan disini adalah setiap orang itu punya waktu dan masanya masing-masing. Jadi usia itu bukan tolak ukur yang mutlak dalam bertindak. Begitu juga dengan menikah. Apakah usia 25 tahun waktu yang ideal? Apakah 40 tahun usia yang sudah terlalu terlambat? Coba baca lagi bagian atas. Hai, perempuan yang muda belia, cantik dan pintar, sudikah engkau menikah dengan sang pria berusia 32 tahun itu? Bukankah dia cukup usia? Bukankah dia cukup matang? Kalau saya? TENTU TIDAK.

Begitu banyaknya orang yang bertanya, “Ayo Anggi kapan kamu menyusul? Jangan pacaran kelamaan nanti malah bubar!” Biasanya kalau lagi agak waras saya senyumin, kalau lagi cape saya diamkan dan akhirnya saya berlalu begitu saja. Pada saat ini saya sampaikan. Saya masih belum cukup dewasa untuk menikah besok. 😀 Saya dengan rendah hati mengakui, saya terlambat mendewasakan diri saya. Saya terlambat bertemu dengan sang pria dengan tingkat kedewasaan yang mengagumkan-menurut saya-itu, sebut saja dia Frans ;p. Saya terlambat untuk menemukan tujuan hidup saya, saya terlambat untuk melihat dunia dengan sisi yang berbeda dan akhirnya menyadari I need some time to find myself. Dan kebetulan waktu yang saya gunakan untuk melakukan eksplorasi ini berada dalam kurun waktu saya mulai mengangkat beliau menjadi partner. Emang sekarang tujuan hidupnya udah ketemu? Puji Tuhan sudah, tapi not clear enough. I need more time. Penasaran banget? Do you really wanna listen my whole story? Please pack your clothes, buy some snacks, come to my home, take a seat and i will tell you my whole story why I need 6 years even more to start a marriage life. Relax, you only need 3 days and 2 night to understand my story. Promise. Yup, this is not about him, this is about me.

Menurut saya marriage life itu fun dan menantang. Fun-nya pasti mudah dilalui, bagian menantangnya pasti butuh kedewasaan. JANGAN PERNAH PERCAYA KEDEWASAAN BISA DIPELAJARI BERSAMAAN DENGAN WAKTU. Saya paling ngga percaya dengan ini. Bertambah usia = bertambah waktu dong, buktinya? Sama seperti saya tidak percaya sepenuhnya bahwa parenthood is learning by doing. Jika benar, kenapa banyak anak yang hanya sekedar menjadi anak biasa tanpa pernah bisa menemukan tujuan hidupnya bahkan sampai menutup mata sedangkan ada anak yang usianya 20 tahun sudah tahu tujuan hidupnya, jelas milestonenya dan langkah-langkahnya? Jika benar, kenapa ada anak yang akhirnya memilih jalan yang salah? Pengaruh lingkungan? Jika ya, kenapa ada anak yang berbeda pada lingkungan yang sama tapi tidak memilih jalan yang sama? Yup, it’s not only about learning by doing, but learning before doing. Kita tentunya akan punya lebih banyak waktu untuk belajar ketika belum punya tanggung jawab seorang, dua orang, tiga orang atau mungkin lebih lagi anak yang harus dipelihara.

Don’t compare your beginning with some else’s middle. Kedewasaan itu tidak bertambah sesuai dengan waktu, tapi bertambah ketika kita menyadari bahwa kita perlu belajar lebih banyak untuk mendewasakan diri kita. Jangan pernah iri dengan teman seangkatan yang udah menikah. Mereka beruntung karena sudah bisa mendewasakan dirinya lebih awal dan akhirnya masuk dalam pilihan hidup yang lebih complicated untuk dijalani. Kalau kita belum mampu, ya ayo belajar. Kenapa waktunya dihabiskan untuk menangisi kesendirian? Please wake up, look at the mirror and see how beautiful that girl? 😉

Untuk seluruh perempuan muda, cantik, pintar dan berhati baik, semoga Tuhan menyatukan kita dengan pria yang sepadan dengan kita di masa yang tepat. Amin.

Don’t compare your beginning with some else’s middleDon’t compare your life with some else’s life. God creates you so unique and wonderful. Be that one! 

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Waktuku dan Waktumu Tak Pernah Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s