Gallery

Surat Terbuka untuk Para Penggemar Rahasia

Haha.. saya yakin Anda agak geli dengan judul tulisan ini, saya pun merasakan hal yang sama kok!

Iya, jadi ini berawal dari insiden beberapa waktu lalu. Seorang rekan kerja, sebut saja namanya Sri (nama sebenarnya) menyampaikan sebuah kasak kusuk yang sering ditanyakan padanya oleh beberapa rekan kerja departemen lain ketika ia sholat di Mushola. Ia menyampaikan bahwa beberapa karyawan sering menanyakan seperti ini, “Dokter Anggi mau nikah yaa? Makanya diet ketat sampai kurus gitu!”, lalu saya tertawa terbahak-bahak. Lucu ya, orang-orang yang menanyakan hal ini sering ketemu saya dalam perjalanan ke toilet, ke kantin atau ke koperasi namun mereka tidak pernah menanyakan hal ini kepada saya secara langsung. Setelah dipikir-pikir mungkin karena mereka terlalu takut itu menyakiti hati saya, atau sebenarnya mereka kebanyakan nonton acara gosip. Anyway, untuk semua “penggemar rahasia” baik di kantor ataupun dimanapun Anda berada, melalui tulisan ini akan saya beberkan dengan jelas, sejelas-jelasnya. Kalau masih kurang jelas, silakan di comment atau langsung personal message melalui messenger yaa..

Buat Anda yang merasa bahwa saya menyiapkan ini untuk menikah, Anda salah. Bukan berarti saya tidak mau menikah ya, saya mau menikah kok. Kalau ngga percaya silakan baca post saya sebelumnya, “Kapan Menyusul? I don’t Care!”

Berhubung saya sudah terlanjur merasa saya beken, jadi sedikit cerita aja ya. Semoga tulisan ini tidak menyudutkan pihak manapun malah kalau bisa menggugah dan menggerakkan hati banyak orang. *ciee banget kan?!

Jadi tepat hari ini setahun lalu, 17 Februari 2014 menjadi momentum besar dalam hidup saya. Hari ini adalah hari dimana saya memutuskan untuk bergabung dalam salah satu pusat kebugaran di salah satu mall di Kelapa Gading, Gold’s Gym. Alasan saya bergabung disini sebenarnya karena kebetulan rekan kerja saya Yaserita Achiro bergabung di GG juga. Dan ketika survei beberapa gym, saya melihat GG secara penerangan cukup terang dan ga gelap-gelap manja. hehe!

Tapi masa iya saya bergabung hanya karena itu saja ya? Ngga seru amat ini tulisan. Yuk, mari kita mulai alkisah ini. Moga-moga ga ngalor ngidul ya.

Saya terlahir dari keluarga yang cukup besar, secara jumlah dan ukuran tubuh. Sebagian besar pakde, bude, om, tante dan sepupu-sepupupun bertubuh besar. Beberapa pakde bude yang saudara kandung dari mama sudah tiada. Kebanyakan karena penyakit degeneratif. Ya, saya lahir dari keluarga dengan risiko tinggi penyakit degeneratif. Ini bukan penyakit yang diturunkan, tapi sudah terbukti secara ilmiah bahwa keluarga dimana ada yang mengidap penyakit degeneratif, berisiko lebih besar untuk mengidap penyakit tersebut. Jika teman-teman bingung mengenai jenis penyakit degeneratif, silakan browsing sendiri ya.

Selama saya hidup, saya sudah pernah menjalani beberapa program diet 2-3 kali. Efek yoyo selalu ada, saya sendiri sampai lelah rasanya. Di tahun 2011 setelah lulus dan mulai bekerja, seperti kebanyakan orang pas udah mulai “produksi” uang sendiri, suka makan yang aneh-aneh, mencoba makanan baru dan makanan lama yang pengen dimakan. Ya sudahlah, pada akhirnya tahun 2014 saya sudah cukup gendut. Sangat gendut. Secara estetika saya tidak terlalu memikirkan, karena menurut saya dengan pakaian yang rapi dan cantik, saya akan tetap terlihat cantik. Tapi ternyata memang bukan itu. Masalah tidak ada pada “body image” saya.

Usia saya tahun lalu itu baru 28 tahun. Di usia itu, saya kesulitan melakukan perjalanan dari camp site menuju air terjun di Situ Gunung. Saya menyulitkan Elroy Fransiskus, si pejantan tangguh itu untuk mendampingi pelan-pelan dan berhenti beberapa kali. Kami tertinggal dari rombongan teman-teman yang sudah lebih dulu sampai air terjun. Tidak hanya itu, saya memiliki ruang gerak yang lebih terbatas. Tanpa saya sadari juga, penyakit degeneratif sudah mulai datang. Saya sering merasakan nyeri pada lutut setiap kali terlalu banyak berdiri atau jalan kaki. Yang bikin tambah pedih adalah saya tidak mampu berjalan kaki jika bangun di pagi hari. Telapak kaki teasa sangat sakit sampai bisa membuat menangis jika mulai berjalan, dan akhirnya saya menyadari saya menderita plantar fasciitis. Ya, saya menderita penyakit degeneratif.

Tapi pengalaman saya diet berkali-kali yang akhirnya gemuk lagi membuat saya jera untuk memulai diet lagi. Saya sering melakukan browsing dan menabung untuk melakukan operasi bariatrik, menangani berat badan yang berlebih ini. Harga operasi ini paling murah di angka 70-80 jutaan. Saya lakukan ini bukan untuk terlihat cantik, tapi karena sudah hampir putus harapan. Saya putus harapan bagaimana bisa menyingkirkan sakit pada telapak kaki, lutut dan rasa ngos-ngosan jika berjalan terlalu cepat dan lama. Saya putus harapan bagaimana bisa memiliki hidup yang lebih berkualitas daripada harus berjalan jinjit setiap pagi bangun tidur karena rasa sakit yang begitu menyiksa.

Sungguh, setiap kali saya bangun pagi, saya merasa sangat tua. Jauh dari usia 28 tahun. Setiap kali saya harus berlari dan ternyata hanya bisa jalan cepat, saya merasa sudah lanjut usia. Saya tidak produktif. Lalu terbayang, bagaimana mungkin saya bisa bekerja, menjadi dokter, anak dan pasangan yang baik dengan “ketuaan” saya.

Ya, itu adalah titik balik dari semuanya. Tujuan utama bukan lagi mencapai berat badan ideal, tampak sedikit lebih cantik di cermin, bukan. Tapi bagaimana memiliki hidup yang berkualitas pada usia saya. Bagaimana mungkin saya dapat menjalani hidup dengan keterbatasan seperti perempuan berusia 50 tahun?!

Ketika seseorang memiliki suatu keinginan yang sangat kuat, semesta akan berkonspirasi! Ya, saya merasakan hal itu. Mungkin lebih tepatnya, Tuhan bukakan jalan. Ajakan Chiro untuk memulai gym, menjadi salah satu awal untuk melakukan perubahan perlahan namun pasti. Mulai dari ikut nge gym, akhirnya mulai lebih memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh. Lebih mengendalikan frekuensi, jenis dan cara memasak makanan.

Setahun sudah berlalu, perjuangan panjang sudah mulai terasa buahnya. Hidup saya menjadi lebih berkualitas.Saya mulai lebih memilih jenis dan cara memasak makanan yang masuk ke dalam tubuh, walaupun masih ada cheating day dimana-mana sih. Karena sesungguhnya makan bukanlah hanya untuk memanjakan lidah dan memenuhi kebohongan pikiran. Makan pada hakikatnya adalah memberikan hadiah terbaik untuk tubuh karena sudah menjadikan kita pekerja yang produktif, anak yang berbakti dan pasangan yang lebih mengerti, seperti pada tulisan sebelumnya That’s Why i’m Moving On.

Dulu saya berpikir diet itu penting, harus ketat. Tapi sebenarnya diet seperti itu mengacaukan metabolisme tubuh kita. Karena ini bukan tentang diet 2-3 hari dan pas ukuran baju ngga muat aja. Ini adalah perjalanan seumur hidup, PERMANEN. Perjalanan 1 tahun itu belum ada apa-apanya. It’s still a long way to go, but It’s gonna be worth it! 

We can’t choose our genotype, but we CAN change the phenotype!

Karena sesungguhnya saya sadari, saya tidak bisa meminta pada Tuhan untuk dilahirkan di keluarga dan hidup seperti apa. Tapi, penyakit degeneratif itu yang diturunkan hanya risikonya saja, sehingga sebenarnya faktor lifestyle lebih mempengaruhi. Apa yang saya lakukan sekarang mungkin belum bisa menjauhkan saya sepenuhnya dari penyakit degeneratif. But, i will take my chance! 

Yang pasti, saat ini usia saya 28 tahun saya jauh merasa lebih bisa memberikan makna bagi orang-orang tersayang. 😉 Tulisan ini menjadi sumber motivasi saya untuk tidak pernah berhenti bergerak untuk memiliki hidup yang lebih baik.

Semoga tulisan ini juga bisa membantu siapa saja yang terjebak dalam emotional eating atau “ketuaan” yang mendera jiwa dan raga untuk bersama-sama memiliki kualitas hidup yang lebih baik!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s