Your Life, Your Pleasure!

Cara terbaik mengenal karakter seseorang adalah dengan mengajaknya naik gunung!

Ikut naik gunung dong, cupu amat lo cowo ngga pernah naik gunung!

Kedua ungkapan diatas sangat sering saya dapatkan beberapa waktu terakhir ini, are you sure?

No offense ya, tapi ini adalah ungkapan yang terlalu berlebihan!

Pacar saya saat ini pun seorang pecinta alam. Mendaki gunung bukan hal baru buatnya. Lost contact beberapa hari dengan dia selama naik gunung merupakan makanan biasa untuk saya. Apakah saya pernah ikut naik gunung? TIDAK! Apakah saya keberatan dengan konsekuensi ini? Tidak.

Jika ditanya kenapa? Pertama, saya tidak begitu tertarik dengan ide buang air besar dengan menggali tanah, berjalan sepanjang jalan dengan membawa tas besar sekali di punggung, not me at all! Kedua, cidera lutut membuat saya memiliki keterbatasan kemampuan untuk berjalan jarak jauh, terlebih dengan beban berat.

Apakah saya pernah terpikirkan untuk mencoba? Ya! Saat inipun saya sedang dalam tahap mengurangi berat badan untuk mengurangi beban lutut, sekaligus mengumpulkan keinginan untuk mencoba melakukannya. Tetap ada rasa penasaran untuk mencoba hal baru yang belum pernah saya lakukan, seperti naik gunung.

Lalu kenapa ada tulisan ini? Alasannya cukup simpel, tidak adil rasanya jika seseorang dianggap lebih rendah atau tidak mampu karena tidak mau atau suka melakukan sesuatu.

Naik gunung, tak ubahnya seperti menjahit, travelling, melukis dan lain sebagainya.. ini adalah HANYA SEKEDAR hobi atau peminatan.

hobbiesJika kembali menilik arti dan makna menurut KBBI:

hobi /ho·bi/ n kegemaran; kesenangan istimewa pd waktu senggang, bukan pekerjaan utama: melukis itu sbg — saja, bukan sbg mata pencahariannya;

Artinya, semua orang melakukannya karena memang hal ini dia senangi dan dapat mengisi waktu senggangnya.

Ketika Anda menyukai tantangan sedemikian rupa hingga Anda menyukai mendaki gunung, apakah itu sesuatu yang hebat? Tidak!

Karena pernahkah Anda mencoba menjahit baju, mulai dari desain, menentukan bahan dan lain sebagainya? membuat kue dengan detail yang luar biasa? memasak masakan baru dan melakukan eksplorasi lebih mendalam?

Pernahkah Anda mencoba untuk menonton DVD marathon sampai 24 jam tanpa tidur? menulis cerita sampai 3 hari kurang makan? Tidak? Kenapa?

Yup, masing-masing orang memiliki hobi masing-masing, dan tidak ada yang lebih baik atau buruk.

Semoga hal ini dapat memberikan inspirasi kepada banyak orang yang sering merasa terindimidasi karena tidak sama dengan orang lain.

Jangan biarkan orang lain memberikan definisi terhadap diri Anda. Definisikan sendirilah, karena bagaimanapun definisi itu seharusnya tidak pernah salah. Jika mereka menilai salah, keluarlah dari komunitas itu. Anda tidak akan berkembang di dalamnya. 😉

Your Life, Your Adventure, Your Pleasure!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s