“Kapan Menyusul? I don’t Care!”

Siapapun yang single, coba berapa kali kalian ditanya pertanyaan di atas setiap kali bertemu keluarga besar atau hadir di sebuah pernikahan kerabat atau teman sendiri?

Saya sendiri sudah hampir muak mendengarkan pertanyaan ini. Tanpa bermaksud menyudutkan pihak manapun, hanya saja saya merasa bosan dengan jawaban saya sendiri, “mohon doanya aja..” karena sesungguhnya saya tidak tahu apa jawaban yang mereka harapkan. Dari lubuk hati yang paling dalam, rasanya ingin sekali menjawab: “saya nanti menikah kok.Tapi bukan untuk menyusul siapapun!”

Lebih dari itu, saya merasa ini adalah basa basi yang kurang esensinya.

Coba kita tempatkan diri sebagai pihak penanya, jawaban seperti apa yang diharapkan? Saya sendiri tidak dapat membayangkan jawaban apa yang saya harapkan dari seseorang ketika saya bertanya demikian. Totally blank! Yang hadir malah ketakutan, stres dan tekanan pada diri sendiri untuk lekas menyusul dan lain sebagainya. Dulupun saya merasakan yang sama, sampai pada akhirnya saya berhenti MENDENGARKAN mereka!

marriage.pSemua orang yang bertanya demikian pun dahulu kala pasti sering sekali disodori pertanyaan yang sama. Tapi faktanya adalah:

Setiap orang yang bertanya pertanyaan di atas adalah seseorang yang sedang mengalamai kebahagiaan atas berkat yang ia terima saat ini, pernikahan. Mereka tentunya ingin Anda sebagai salah seorang terkasih memiliki kebahagiaan yang seperti mereka rasakan. Beberapa lainnya sedang bahagia karena berhasil “menyusul” seseorang yang bertanya hal yang sama di masa lalu.

Tapi pertanyaan berikutnya adalah, apakah benar ketika Anda benar-benar berjuang untuk “menyusul” dan akhirnya benar-benar “menyusul”, Anda merasakan kebahagiaan yang sama?

Kebahagiaan seperti apa yang Anda rasakan?

Bahagia karena menemukan seseorang yang benar-benar menjadi belahan jiwa, yang Anda yakin akan bersamanya hingga maut memisahkan?

Atau..

bahagia yang hanya karena tidak akan ditanya lagi “kapan menyusul”, dikejar JAM BIOLOGIS (tik tok tik tok..) atau hanya sekedar untuk membahagiakan orang lain yang Anda tidak kenal betul mereka siapa?

Jika kebahagiaan kedua yang Anda rasakan, hmm lalu apa yang Anda akan lakukan pada hidup Anda kemudian?

You decide!

I decide: when i get married, it will be happened because my partner and i really sure want to do that together and we have a good reason for it: love each other deeper and deeper everyday until the death do us part!

Remember: It’s never about the wedding, it’s about the MARRIAGE

Perjalanan 1 arah sepanjang hidup, tanpa tiket kembali..

 

Advertisements

3 thoughts on ““Kapan Menyusul? I don’t Care!”

  1. imelda says:

    Really2 agree with Enji…jangan nikah hanya karena sudah banyak ditanya dan mengejar target. Menikahlah ketika sudah bener2 siap so pastinya pernikahan itu akan lebih langgeng dan kokoh pondasinya:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s